Apakah anda sering mengalami perasaan yang tidak kunjung merasa kenyang walaupun sudah memenuhi jadwal makan dengan porsi yang cukup setiap hari ? Anda patut memperhatikan makanan yang anda makanan, karena beberapa makanan menjadi alasan terjadinya kondisi tersebut. Berikut alasan sederhana, mengapa kondisi selalu merasa lapar itu terjadi. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Soda Minuman bersoda, es teh, dan minuman ringan lainnya adalah sumber terbesar fruktosa. Penelitian terbaru dari Universitas Yale yang melakukan sebuah test MRI kepada 20 orang dewasa yang melihat kondisi otak mereka ketika meminum minuman bersoda, minuman tinggi fruktosa yang ternyata menyebabkan berkurangnya aliran darah dan aktivitas di daerah otak yang mengatur nafsu makan. Penelitian sebelumnya dari University of California, bahwa fruktosa dapat menyebabkan fungsi otak akan rangsangan terhadap makanan meningkat. Fluktosa bekerja dengan menghambat fungsi leptin “hormon kenyang” yang memerintahkan untuk berhenti makan saat kenyang. Mengkonsumsi Makanan Kemasan Banyak makanan kemasan terutama makanan kaleng mengandung bahan kimia bisphenol-A ‘BPA’, paparan BPA dapat menyebabkan lonjakan leptin secara abnormal, menurut peneliti Harvard, itu dapat menyebabkan keinginan untuk makan meningkat. Porsi Sarapan Yang Sedikit Setelah meneliti 6.764 orang sehat selama hampir 4 tahun, Univesity of Cambridge menemukan bahwa mereka yang makan hanya 300 kalori pada sarapan cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang makan 500 kalori atau lebih pada saat sarapan. Alasannya porsi makan yang banyak saat sarapan mencukupi kebutuhan insulin dalam darah sepanjang hari. Satu penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarapan yang memiliki kadar sebesar 30-39 gram protein seperti daging atau telur dapat menahan rasa lapar sepanjang hari, dibandingkan dengan sarapan rendah protein. Kurangnya Konsumsi Sayuran Sayuran yang kaya vitamin B membantu melindungi terhadap depresi, kelelahan dan kelebihan berat badan. Dalam sebuah penelitian sayuran hijau yang tinggi vitamin K yang mengatur insulin dalam darah dapat membantu meredam keinginan makan. Tidak Ada Jadwal Minum Teh Sebuah studi Journal of Amercan College of Nutrition, orang yang meminum satu cangkir teh setelah makan makanan tinggi karbohidrat mengalami penurunan kadar darah sebanyak 10% dan 2% setengah jam setelah makan, yang berarti mereka merasakan kondisi kenyang lebih lama dan nafsu memakan makanan menjadi berkurang. Senyawa polifenor dalam teh berfungsi menekan rasa lapar. Kurang Cairan Tubuh Dehidrasi yang terjadi dalam tubuh dapat memanipulasi menjadi rasa lapar, jika anda baru saja makan dan masih merasa lapar, minumlah segelas air dan rasakan keadaan lapar anda menjadi berkurang. Perasaan Bosan Para Peneliti di Australia menemukan bahwa ketika seseorang merasa bosan, tanpa sadar kondisi otak mevisualisasi makanan yang lezat yang menggoda dan mengakibatkan meningkatnya rasa lapar. Ganti Sereal Biasa Menjadi Oatmeal Sebuah studi terbaru dari Louisiana State University menemukan bahwa pada 46 orang yang memakan sereal oatmeal saat sarapan dengan 363 kalori mengalami perasaan kenyang yang lebih lama dibandingkan mereka yang memakan sereal biasa pada saat sarapan. Peningkatan rasa kenyang disebabkan viskositas oatmeal dan fakta nya bahwa serat oat lebih cepat larut.