Semakin berkembangnya zaman semakin tinggi pula teknologi yang terjadi di dunia ini khususnya di Indonesia. Di Indonesia sendiri kemajuan Teknologi sudah sangat berkembang pesat. Bahkan sudah sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Teknologi sendiri sudah menjad kebutuhan pokok Masyarakat Indonesia. Bahkan digunakan sebagai benda paling penting di sebuah Instansi-instansi Pemerintah maupun Swasta.  Tidak hanya sebagai kegunaan terpenting, tapi juga dijadikan bisnis yang sangat penting dan menguntungkan. Dampak Teknologi yang terjadi saat ini memiliki dampak yang baik dan juga ada yang buruk.

Bagi orang dewasa sendiri mungkin Teknologi adalah hal yang sangat penting bahkan juga kebanyakan orang dewasa mampu mempelajarinya walaupun harga itu sangat tinggi. Ilmu dari Teknologi yang sudah kita pelajari dapat menjadi amal yang baik yang kita bisa bagikan ke orang-orang yang sama sekali belum mengenal Teknologi itu, hal ini merupakan Dampak paling baik bagi kita dan orang lain. Tapi jangan lupakan setiap yang baik pasti ada hal yang buruk yang terjadi.

Kebanyakan Teknologi sekarang di fungsikan dalam hal yang tidak penting, banyak tekonologi yang juga dijadikan alat sebagai tindak kejahatan karena mudah dan instan saat mempelajari nya. Tingkat kejahatan yang memanfaatkan teknologi banyak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia sendiri. Bahkan tingkat kejahatan yang memanfaatkan teknologi sendiri sudah berkembang, penghuni penjara di Kepolisian Indonesia sendiri juga ditempati orang-orang yang bertindak kejahatan yang menggunakan teknologi. Dampak yang paling buruk adalah yaitu diperbudak oleh teknologi. Sebagai pengguna yang baik kita jangan sampai di perbudak oleh teknologi. Kita harus cerdas dalam menggunakan teknologi. Banyak yang diperbudak teknologi sampai melupakan hal yang berbau tradisional. Contohnya anak-anak sendiri, kebanyakan anak-anak sekarang terlalu sering dan bahkan diperbudak oleh Teknologi.

Anak yang dibawah umur sendiri merupakan penikmat tetap teknologi. Teknologi sendiri yang sering digunakan anak dibawah umur ialah Smartphone. Smartphone yang sering kita kenal Handphone Pintar ini banyak disalah gunakan oleh anak dibawah umur. Kecanggihan Smartphone yang sangat luar biasa ini dapat berdampak buruk pada anak dibawah umur. Sebut saja game yang terdapat di Smarphone, game yang terdapat didalam Smartphone ini sangat disukai oleh anak-anak sampai ia melupakan waktu bermain yang seharusnya dilakukan anak-anak zaman sekarang.

Anak dibawah yang sering kita gambarkan yaitu bermain keluar dan bermain dengan teman-temannya, sehingga saat ini anak banyak ingin berdiam dirumah, akibatnya anak-anak ini kurang mengenal yang namanya sosialisasi kepada masyarakat luar. Permainan yang dilakukan anak tahun 90-an  yaitu permainan Tradisional. Bayangkan jika permainan Tradisional akan mencapai batas keputahan nya. Jika terjadi kepunahan mungkin akan terjadi dalam waktu dekat ini. Karena anak-anak sekarang lebih memilh permainan yang ada dismarphone dibandingkan permainan Tradisional.

Bayangkan keseruan permainan Tradisional yang sangat menyenangkan itu punah. Keseruan itu bakal tidak akan kita dapati lagi. Kehadiran Teknologi sendiri tidak bisa kita jadikan sebuah alasan dalam kepunahan permainan Tradisional itu sendiri. Sebab disaat kita menggunakan nya kita harus bisa menempatkan posisi yang benar dalam menggunakannya. Membatasi penggunaan itu mungkin hal yang efektif yang dapat kita terapkan dalam mencegah kepunahan itu sendiri. Banyak orang tua yang juga tidak memberikan anak nya bermain Smartphone pada saat dibawah umur. Orang tua yang seperti ini dapat dikatakan cerdas, tetapi tindakan ini jarang terjadi dan bahkan jarang diterima oleh anak-anak. Bahkan ada anak dibawah  umur yang sampai berontak dikarenakan permintaannya bermain game di Smarphone tidak dipenuhi.

Pembatasan waktu ini sangat baik, selain menghindarkan dari kepunahan permainan Tradisional juga menghindarkan anak dibawah umur terkena penyakit mata rabun atau mengurangi tingkat anak dibawah umur memakai kacamatan. Karna dampak ini yang sangat sering terjadi. Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.