Kita sudah memasuki awal Ramadhan 1439 H, dimana seluruh Umat Islam diperintah kan Allah untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke 4 yaitu Melaksanakan Puasa pada Bulan Ramadhan. Di Indonesia sendiri serentak umat islam melaksanakan puasa. Yang dijelaskan Allah dalam Surah Al Baqarah Ayat 183 yaitu :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” .  (QS. Al Baqarah : 183)

Kita diperintahkan oleh Allah untuk menahan lapar dan haus, tidak hanya itu saja kita diwajibkan menahan dari apapun yang membatalkan puasa. Pagi-pagi sekali kita disunnahkan untuk bangun sahur dan makan sahur sampai masuk jadwal imsakiah menandakan waktu sahur akan selesai dan batasnya adalah adzan subuh.

Allah mengatakan sebaik-baiknya bulan yaitu Bulan Ramadhan. Dimana di Bulan Ramadhan lah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Panduan Umat Islam dalam menjalankan syariat Islam hukum-hukum Islam. Sebagaimana Allah menjelaskan dalam Surah Al Baqarah Ayat 185 :

“Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yag hak dan yang bathil).” (QS. Al Baqarah : 185)

Dalam dunia medis puasa dilakukan dalam proses menjalani pengobatan, hal ini termasuk kedalam manajemen berat badan seperti dalam upaya membersihkan saluran pencenaan dan untuk menurunkan lipid. Tetapi dalam Puasa Ramadhan sendiri berbeda dengan puasa yang dilakukan medis, dan tidak akan terjadi seperti kecelakan diet, karena Asupan kalori dan gizi orang yang berpuasa Ramadhan masih tercukupi.

Manfaat puasa Ramadhan dalam efek fisiologis yaitu menurunkan gula darah, menurunkan kolesterol, dan menurunkan terkanan darah sistolik. Oleh karena itu, puasa Ramadhan menjadi rekomendasi yang idel untuk pengobatan ringan, sedang, sampai berat diantara seperti diabetes non-insulin, obesitas, dan hipertensi esensial.

Ketika terbenamnya matahari maka seluruh umat islam yang berbuka harus menyegerakan dalam berbuka puasa yang disertai dengan kumandang adzan Maghrib, maka segerelah berbuka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098)

Dalam hadist yang lain disebutkan.

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggul munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR Ibnu Hiban 8/227 dan Inu Khuzaimah 3/275, sanad shahih)

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik diatas, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun di Indonesia sendiri jarang dapat menemukan,  jenis kurma di negeri identik dengan kurma kering (tamr).

Sebelum kita makan untuk membatalkan puasa, hendaknya kita mengucapkan ‘bismillah’ agar tambah barokah puasa kita.

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :

“Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaknya ia menyebutkan nama Allah Ta’ala (yaitu membaca bismillah). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalah wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” (HR. Abu Daud No. 3767 dan At Tirmidzi No. 1858, hasan shahih).

Bulan yang penuh Barokah ini adalah hendaknya kita berbagi dalam Makan Berbuka. Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, meanfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak bersedekah atau berbagi, diantaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi No. 807, Ibnu Majah No. 1746, dan Ahmad 5/192, hasa shahih).